Sebagai buah yang banyak tergemari orang, durian tak luput dari berbagai mitos yang menyertainya. Berikut mitos makan durian
Buah durian terkenal sebagai “Raja Buah” berkat aroma khas, rasa manis, dan tekstur dagingnya yang lembut. Selain itu, durian adalah buah yang kaya nutrisi seperti vitamin C, vitamin B, magnesium, dan zat besi.
Meski tergemari banyak orang dan memiliki kandungan gizi dan nutrisi yang cukup banyak, durian juga tak lepas dari beragam mitos yang terus beredar.
Berikut beberapa mitos durian:
- Kolesterol dan hipertensi gara-gara makan durian
Banyak yang percaya bahwa makan durian bisa menyebabkan kolesterol tinggi dan lonjakan tekanan darah. Namun, mitos ini tidak sepenuhnya benar.
Penelitian menunjukkan bahwa durian justru mengandung lemak tak jenuh tunggal yang baik untuk kesehatan jantung.
- Kombinasi durian dan alkohol berbahaya
Banyak mitos mengatakan bahwa mengonsumsi durian bersamaan dengan alkohol sangat berbahaya, bahkan mematikan. Hingga kini, belum ada bukti ilmiah yang mendukung pernyataan ini.
- Minum air dari kulit durian bisa hilangkan bau
Meminum air garam dari kulit durian dipercaya dapat menetralisir bau tak sedap setelah makan durian. Sayangnya, hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.
- Pengidap diabetes tak perlu khawatir makan durian
Mitos ini sepenuhnya salah. Nyatanya, durian memiliki kandungan gula yang cukup tinggi. Hanya tiga biji durian saja dapat mengandung 20-30 gram karbohidrat, setara dengan setengah kaleng minuman soda.
- Durian meningkatkan Libido
Salah satu mitos yang cukup populer adalah durian disebut dapat meningkatkan gairah seksual karena sifatnya yang afrodisiak. Walau banyak orang percaya, hingga kini belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan bahwa durian benar-benar mampu meningkatkan libido.